1 Juli 2014, aku bersama teman-teman
kelas 8H mengadakan acara bukber di rumah Jack, untuk itu, persiapannya saja membutuhkan
waktu 10 hari lebih. Biasa lah anak 8H, banyak berencana tetapi… terlaksana mah
enggak. Mulai dari nge BO lah, ke Jungleland lah, hingga menginap di rumah
Sarah, tetapi nggak ada satu pun yang terlaksana. Nahh, buat pertama kalinya,
rencana anak 8H terlaksana, yaitu bukber.
*5 hari sebelum bukber*
Di depan kelas, Ahmad nyerocos memberi saran, tetapi
teman-teman asyik ngobrolin yang lainnya. Termasuk aku yang juga asyik ngobrol tentang
game komputer. Setelah kira-kira setengah jam, Ahmad lalu bertanya kepada
teman-teman, apakah setuju atau nggak dengan rencananya. Serentak teman-teman
menjawab setujuu.., padahal mah nggak tahu persis rencananya, bahan makanan apa
saja yang harus dibawa,jam berapa dan di mana kami harus berkumpul.
*Sehari sebelum bukber*
Teman-teman ribut di Group Line menanyakan tentang kepastian rencana
bukber. Tiba-tiba Ahmad muncul,
“Kan kemarin sudah dikasih tahu apa saja yang harus dibawa, di rumah
siapa, dan jam berapa. Kok masih pada nanya? Makanya kalau dijelasin itu,
dengerin doong”.
“Ya atuh maap Mad, lagian elu ngomong
cepet amat sihh”, jawab Daffa.
Ahmad membalas dengan jawaban sedikit ketus.
“Maaf-maaf aja lu, ya udah karena gua BAIK HATI gua kasih tahu lagi”
Ahmad pun menjelaskan sekali lagi barang-barang apa yang harus di bawa,
dan di rumah siapa acara bukber dilaksanakan.
Keesokan harinya, aku bangun jam 11 siang, kebo amat yaa… hahaha. Karena libur, aku nggak langsung mandi
tetapi bermalas-malasan sambil menonton TV. Setelah tiga jam santai, aku pun
beranjak dari sofa empukku lalu ke kamar mandi. Kira-kira jam setengah tiga aku
selesai mandi dan ganti baju lalu salim sama emak plus minta uang jajan.
Setelah itu aku langsung pergi ke rumah Jack.
Aku tiba di rumah Jack kira-kira
jam 3 an, di sana sudah ada Aji yang sedang asyik bermain mainan anak kecil
yang nggak jelas. Ternyata teman-teman pada ngaret, biasa lahh 8H, bukan
sesuatu yang baru. Mereka datang rata-rata jam 4 sampai setengah 5 an . Aku bersama
teman-teman bermain petasan padahal dilarang oleh Adrian karena sesi petasan akan
dilaksanakan jam 8 malam sementara saat itu baru jam 5 sore. Gara-gara nggak menuruti
larangan ketos, tanpa sengaja kakiku menginjak
batu dan keseleo. Jadi terpaksa aku berhenti main petasan dan membantu
teman-teman cewe mengupas buah dan memotong
sosis.
Setelah penantian yang lama, akhirnya datang juga waktu
yang ditunggu-tunggu, adzan maghrib. Kita langsung menyantap Hokben yang sudah
dianggurin dari jam 5 sore. Wahh, lauknya enak banget, apalagi makannya
beramai-ramai… sungguh itu kenangan yang nggak bisa aku lupakan.
Selesai makan, aku bangun dari tempat duduk dan teringat kakiku
yang keseleo. Rasanya seperti tulang kakiku ditonjok-tonjok, sakit banget. Tetapi
aku berusaha nggak menghiraukan rasa sakit itu karena aku mau menikmati setiap
detik kebersamaanku bersama teman-teman.
Kira-kira satu jam setelah buka puasa, kami langsung
bakar-bakar sosis yang sudah ditusuk dengan tusuk sate. Jack bersama Andi
menyiapkan panggangan dan arang. Setelah semua siap, teman-teman cewe langsung membakar sate sosis,
sementara aku bersama teman-teman cowo yang
lain asyik bermain kembang api dan petasan, acara yang sudah ditunggu-tunggu
sejak tadi sore.
Setelah semua kembang api dan petasan habis, acara selanjutnya
adalah sesi foto bersama. Kami semua berkumpul di halaman rumah Jack yang luas
dan foto dengan bermacam-macam gaya.
Setelah sesi foto bersama, banyak teman-teman yang pulang. Di rumah Jack
tersisa aku, Sarah, Adrian, Farhan, Reni dan Jack. Lalu aku menelfon Pak Soleh,
tukang ojek langganan untuk menjemputku, katanya 15 menit lagi tiba di rumah
Jack. Sambil menunggu ojek datang, aku bercakap-cakap dan bercanda dengan mereka.
Nggak terasa 15 menit berlalu dengan cepat,
Pak Soleh pun datang dan aku langsung pulang.
Aku belajar banyak dari kenangan itu, salah satunya
adalah :
“Gunakan sebaik mungkin setiap
momen yang terjadi dalam hidup kita. Walaupun pedih, kita harus tetap semangat,
karena aku percaya, pasti ada pelangi setelah hujan”
No comments:
Post a Comment