Music

Thursday, October 16, 2014

Bukber

1 Juli 2014, aku bersama teman-teman kelas 8H mengadakan acara bukber di rumah Jack, untuk itu, persiapannya saja membutuhkan waktu 10 hari lebih. Biasa lah anak 8H, banyak berencana tetapi… terlaksana mah enggak. Mulai dari nge BO lah, ke Jungleland lah, hingga menginap di rumah Sarah, tetapi nggak ada satu pun yang terlaksana. Nahh, buat pertama kalinya, rencana anak 8H terlaksana, yaitu bukber.
            *5 hari sebelum bukber*
            Di depan kelas, Ahmad nyerocos memberi saran, tetapi teman-teman asyik ngobrolin yang lainnya. Termasuk aku yang juga asyik ngobrol tentang game komputer. Setelah kira-kira setengah jam, Ahmad lalu bertanya kepada teman-teman, apakah setuju atau nggak dengan rencananya. Serentak teman-teman menjawab setujuu.., padahal mah nggak tahu persis rencananya, bahan makanan apa saja yang harus dibawa,jam berapa dan di mana kami harus berkumpul.
            *Sehari sebelum bukber*
Teman-teman ribut di Group Line menanyakan tentang kepastian rencana bukber. Tiba-tiba Ahmad muncul,
“Kan kemarin sudah dikasih tahu apa saja yang harus dibawa, di rumah siapa, dan jam berapa. Kok masih pada nanya? Makanya kalau dijelasin itu, dengerin doong”.
 “Ya atuh maap Mad, lagian elu ngomong cepet amat sihh”, jawab Daffa.
Ahmad membalas dengan jawaban sedikit ketus.
“Maaf-maaf aja lu, ya udah karena gua BAIK HATI gua kasih tahu lagi”
Ahmad pun menjelaskan sekali lagi barang-barang apa yang harus di bawa, dan di rumah siapa acara bukber dilaksanakan.
           
Keesokan harinya, aku bangun jam 11 siang, kebo amat yaa… hahaha. Karena libur, aku nggak langsung mandi tetapi bermalas-malasan sambil menonton TV. Setelah tiga jam santai, aku pun beranjak dari sofa empukku lalu ke kamar mandi. Kira-kira jam setengah tiga aku selesai mandi dan ganti baju lalu salim sama emak plus minta uang jajan. Setelah itu aku langsung pergi ke rumah Jack.
 Aku tiba di rumah Jack kira-kira jam 3 an, di sana sudah ada Aji yang sedang asyik bermain mainan anak kecil yang nggak jelas. Ternyata teman-teman pada ngaret, biasa lahh 8H, bukan sesuatu yang baru. Mereka datang rata-rata jam 4 sampai setengah 5 an . Aku bersama teman-teman bermain petasan padahal dilarang oleh Adrian karena sesi petasan akan dilaksanakan jam 8 malam sementara saat itu baru jam 5 sore. Gara-gara nggak menuruti larangan ketos, tanpa sengaja kakiku menginjak batu dan keseleo. Jadi terpaksa aku berhenti main petasan dan membantu teman-teman cewe mengupas buah dan memotong sosis.
            Setelah penantian yang lama, akhirnya datang juga waktu yang ditunggu-tunggu, adzan maghrib. Kita langsung menyantap Hokben yang sudah dianggurin dari jam 5 sore. Wahh, lauknya enak banget, apalagi makannya beramai-ramai… sungguh itu kenangan yang nggak bisa aku lupakan.
            Selesai makan, aku bangun dari tempat duduk dan teringat kakiku yang keseleo. Rasanya seperti tulang kakiku ditonjok-tonjok, sakit banget. Tetapi aku berusaha nggak menghiraukan rasa sakit itu karena aku mau menikmati setiap detik kebersamaanku bersama teman-teman.
            Kira-kira satu jam setelah buka puasa, kami langsung bakar-bakar sosis yang sudah ditusuk dengan tusuk sate. Jack bersama Andi menyiapkan panggangan dan arang. Setelah semua siap, teman-teman cewe langsung membakar sate sosis, sementara aku bersama teman-teman cowo yang lain asyik bermain kembang api dan petasan, acara yang sudah ditunggu-tunggu sejak tadi sore.
            Setelah semua kembang api dan petasan habis, acara selanjutnya adalah sesi foto bersama. Kami semua berkumpul di halaman rumah Jack yang luas dan foto dengan bermacam-macam gaya.

Setelah sesi foto bersama, banyak teman-teman yang pulang. Di rumah Jack tersisa aku, Sarah, Adrian, Farhan, Reni dan Jack. Lalu aku menelfon Pak Soleh, tukang ojek langganan untuk menjemputku, katanya 15 menit lagi tiba di rumah Jack. Sambil menunggu ojek datang, aku bercakap-cakap dan bercanda dengan mereka. Nggak terasa 15 menit berlalu dengan cepat,  Pak Soleh pun datang dan aku langsung pulang.
            Aku belajar banyak dari kenangan itu, salah satunya adalah :

“Gunakan sebaik mungkin setiap momen yang terjadi dalam hidup kita. Walaupun pedih, kita harus tetap semangat, karena aku percaya, pasti ada pelangi setelah hujan”